Beberapa Penyakit Ayam dan Gejalanya

Cacingan  : pada kasus berat ayam terlihat kurus, produksi turun dan diare bercampur darah. Ascaridiasis merupakan cacingan yang disebabkan oleh cacing gilig. Cestodosis disebabkan oleh cacing pita.

Colibacillosis  : sulit bernafas, kantung udara, hati dan jantung diselaputi fibrin.

CRD  : ayamg ngorok dan kantung udara keruh

Koksidiosis (berak darah)  : berak darah, nafsu makan turun, konsumsi air minum naik

Kolera (berak hijau)  : berak hijau, gangguan pernafasan, daerah muka, pial dan jengger membengkak.

Korisa (snot)  : pilek, muka bengkak.

Leucocytozoonosis  : bintik-bintik perdarahan pada kulit, otot dan hampir semua organ, gumpalan darah di rongga perut.

Pullorum (berak kapur)  : berak kapur, kedinginan

Bagaimana Agar Ayam Tetap Sehat dan Berproduksi Optimal ?

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Menciptakan kondisi lingkungan kandang yang nyaman. Kondisi lingkungan meliputi kecukupan udara, air minum dan ransum yg baik. Secara kualitas maupun kuantitas.
  2. Manajemen kesehatan. Lakukan vaksinasi sesuai kondisi. Bisa juga diberikan multivitamin.
  3. Sanitasi dan desinfeksi

Medivac Gumboro A dan B

Vaksin Gumboro A 100:

Medivac Gumboro A digunakan untuk ayam umur < 21 hari dan umur >21 dengan tingkat kematian tinggi. Sedangkan umur>21 hari dengan tingkat kematian rendah (<5%) gunakan Medivac Gumboro B.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pastikan vaksinasi Gumboro diberikan dengan menggunakan metode per oral, yaitu cekok atau tetes mulut dan air minum.

Aplikasi vaksinasi melalui metode cekok atau tetes mulut dapat diberikan pada umur < 7 hari, sedangkan jika melalui air minum dapat diberikan pada umur > 10 hari.

Digunakan untuk mencegah Penyakit Gumboro pada ayam pedaging, jantan, petelur dan ayam pembibit.

Program Vaksinasi

Dalam usaha peternakan unggas, masalah penyakit harus selalu diwaspadai karena akan merugikan peternak. Keberadaan penyakit dapat menurunkan produktivitas dan dapat menyebabkan kematian. Mencegah bibit penyakit masuk ke lingkungan peternakan dan ke dalam tubuh ternak merupakan cara ampuh yang dapat dilakukan. Yakni dengan cara biosekuriti dan vaksinasi yang ketat.

Vaksinasi merupakan tindakan memasukkan vaksin ke dalam tubuh ternak untuk melindungi ternak dari penyakit. Vaksin sendiri merupakan mikroorganisme/agen infeksi yang sudah dilemahkan atau dimatikan dan diformulasikan sedemikian rupa yang digunakan untuk infeksi buatan. Fungsinya ialah menggertak pembentukan kekebalan (antibodi) pada ternak sehingga dapat mencegah infeksi penyakit.

Saat ini serangan penyakit sudah menyebar hampir ke seluruh wilayah, baik penyakit viral maupun penyakit bakterial. Oleh karena itu tindakan pencegahan dengan vaksinasi sangat perlu dilakukan. Dengan berbagai pertimbangan seperti :

  • penyakit viral tidak dapat disembuhkan dengan pemberian obat

  • pengendalian terbaik dengan memberikan kekebalan pada ayam

  • adanya penyakit bakterial yang jika sudah terlanjur menyerang sulit diberantas secara tuntas sehingga mudah muncul kembali (misalnya korisa)

  • serta biaya kesehatan untuk pencegahan lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengobatan/terlanjur terjadi kasus penyakit

Keberhasilan vaksinasi dipengaruhi beberapa faktor yang sering kita sebut dengan 4M:

  • Materi (vaksin dan ayam)

  • Metode (program vaksinasi dan teknik vaksinasi)

  • Manusia (keterampilan, sikap, dan pengetahuan)

  • Milieu/lingkungan (agen penyakit, biosekuriti, dan air)